BNNP Jatim Bongkar Jaringan Sabu 25 Kg, Modusnya Baru..!!

0
25
Ungkap Kasus Narkoba 25 KG 90819 Um 2

SURABAYA. BNNP Jawa Timur berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat lebih kurang 25 kilogram. Narkoba ini diselundupkan melalui jalur laut oleh jaringan bandar gede asal Malaysia.

Sebanyak 25 kg sabu ini didapatkan dari dua lokasi, yaitu Jl. Raya Stadion Sepanjang, Kecamatan Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur dan Jl. Banyu Ates Kabupaten Sampang, Madura. Empat orang tersangka diamankan dalam kasus ini, yaitu FR, IW, HK, dan AS.

Narkotika jenis Methaphetamine atau sabu ini disimpan dalam sebuah tas warna hijau berisi 6 bungkus kristal putih netto 1228 gram, 1 kotak kayu yang berisi 21 bungkus kristal putih netto 19.217 gram, serta 1 kotak kayu berisi 3 bungkus kristal putih netto 5.004 gram.

Awal jaringan ini terungkap saat BNNP Jatim saat melakukan penyelidikan menemukan 1 koli dari gudang milik PT. LY yang tidak terdaftar melalui mesin X-Ray di P2 BC Tj. Perak, Rabu tanggal 07 Agustus 2019.

Setelah dilakukan scanning dan dibuka, ditemukan narkotika jenis sabu seberat 4 kg diantara celah kayu. Setelah itu ditemukan 2 koli yang sudah terdistribusikan ke Sampang, melalui sub agen Bangkalan. Kemudian tim BNNP Jatim melakukan pengejaran hingga didapatkan 2 koli tersebut.

Dari 2 koli tersebut setelah di buka, didapatkan kembalii narkotika jenis sabu seberat 19 kg. Pada pukul 13.00, pihak BNNP Jatim mendapatkan informasi akan tiba di Bandara Juanda, orang dengan identitas yang menjadi buruan BNNP Jatim. Setelah dilakukan surveilance dan RPE ditemukan kembali narkotika jenis sabu seberat 1228 gram.

Saat dilakukan penangkapan, terjadi perlawanan oleh tersangka hingga terjadi tabrakan mobil oleh personil BNNP Jatim. Saat pengejaran, tim BNNP Jatim sempat melepaskan tembakan menembus kaca depan mobil dan melukai ibu jari tersangka HK.

Sedangkan barang bukti non narkotika, didapatkan berupa 1 unit R4 pickup merk Grandmax warna hitam, 1 unit R4 minibus merk Xenia warna hitam, dan 6 buah handphone dengan berbagai merk.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra SH.MH., saat ditemui mengatakan modus jaringan ini tergolong baru. Dikirim dari Malaysia lewat jalur laut dengan dimasukan dalam furniture.”Jadi dibalik furniture ada narkotika jenis Methamphetamine,” ungkap Wisnu, Jumat 8 Agustus 2019

Ditambahkan Wisnu, sindikat baru ini juga disupport oleh perusahaan-perusahaan yang tidak bergerak di bidang furniture, misalnya perbankan. “Nanti kita akan ungkap semua,” imbuh Wisnu.

Saat ditanya terkait banyaknya narkotika yang masuk ke Indonesia dari jaringan Malaysia, Wisnu mengatakan bahwa pemerintahan Malaysia juga kecolongan atas peredaran narkotika jenis sabu ini.”Mereka (pemerintah Malaysia) juga kecolongan sebetulnya,” pungkas Wisnu. (tom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here