JAKARTA. Peredaran narkoba, khususnya jenis ekstasi mulai mengeliat jelang tahun baru. Terbukti, Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengungkap beberapa kasus penyelundupan narkoba yang diduga bakal dijadikan stok pergantian malam tahun baru pada akhir Desember mendatang.
Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto mengatakan, terjadi peningkatan terhadap barang bukti narkoba berupa pil ekstasi sebesar 979,81%. “Itu menunjukkan meningkatnya permintaan ekstasi Khususnya menjelang perayaan akhir tahun di kota-kota besar,” kata Eko seperti dirilis Viva, Sabtu 27 Oktober 2018.
Jumlah barang bukti ekstasi mengalami peningkatan dari minggu ketiga ke minggu keempat selama bulan Oktober 2018. Pada minggu ketiga bulan Oktober, sebanyak 8.779,25 butir disita dan pada minggu keempat sebanyak 94.799,37 butir. “Hasil penyitaan barang bukti sabu dan ekstasi yang menonjol oleh Polda Riau,” ungkapnya
Hasil mapping selama minggu ketiga yang lalu, lanjut Eko menunjukkan rute penyelundupan masih sering dilakukan via laut dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur Johor-Dumai-Bengkalis masih merupakan jalur yang harus diwaspadai.
“Karena merupakan rute yang singkat dan dianggap jalur yang aman bagi para penyelundup narkoba dari Malaysia atau Johor ke Indonesia,” jelasnya.
Selain lewat jalur laut, rute lain juga ternyata digunakan dalam mengedarkan narkoba seperti melalui jalur darat dari wilayah Pekanbaru ke wilayah Sumatra khususnya Palembang, Lampung dan Jawa.
“Untuk jumlah tersangkanya pada minggu keempat bulan Oktober 2018 sebanyak 27 bandar, 542 orang pengedar, 511 orang penyalahgunaan dan dua warga negara asing ditangkap,” katanya.
Untuk diketahui, dalam dunia medis, ekstasi memiliki nama lengkap Methylene Dioxy Meth Amphetamin (MDMA). Obat ini dilarang penggunaannya, karena sifatnya mampu menyebabkan para pemakainya mengalami halusinasi serta mengubah suasana hati pemakainya menjadi gembira dan selalu bahagia.
Narkoba jenis ini sering kali dikonsumsi oleh orang yang memiliki tingkat stres dan depresi yang tinggi. Waspadalah…!! (viva/tom)













