Pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Lamongan setelah menganiaya mantan kekasihnya, Anugrah Sekar Rukmi.
“Yang bersangkutan ditahan untuk mempertanggungjawabkan tindak pidana yang telah dilakukannya,” kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, Jumat 2 November 2018.
Dalam kasus penganiayaan ini, pemain yang memiliki tendangan keras kaki kiri itu dijerat dengan pasal 351 KHUP ayat 1, dengan ancaman 2,8 tahun penjara. Sedangkan untuk pasal 352 KHUP ancamannya 9 bulan penjara.
Sementara usai menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Lamongan, pemain Persela ini mengakui segala kesalahannya. Penganiayaan dilakukannya dalam kondisi capek setelah baru tiba dari memperkuat Timnas U-19.
“Sebenarnya tidak ada apa-apa, cuma saya dibikin sewot . Selain itu, saya kurang fokus karena kecapekan dan perbuataannya meresahkan warga. Jadi waktu itu melakukan secara spontan,” ujarnya.
Diceritakan Saddil, mantan kekasihnya itu datang ke Mess Pemain Persela. Namun sebelumnya sempat ditolak akhirnya terjadi keributan yang berujung pencakaran pada wajah Arum. Saat putus, Saddil mengaku dipaksa untuk memakai ponsel dari mantan kekasihnya itu.
“Saya sih sudah lama putus sama dia. Tapi, dia belum terima. Saat kejadian dia menyerahkan ponsel ke saya. Dengan berkata, kamu pakai Hp saya, terus aku bilang tidak usah. Dia terus memaksa. Bahkan, saat kejadian saya juga berusaha mengembalikan biar tidak ada masalah. Namun, tetap memaksa bertemu,” tambahnya.
Sebelumnya, jalan damai sempat ditempuh, namun tidak membuahkan hasil. “Saya siap menjalani proses hukum kendati sebelumnya sudah ada itikad baik melalui perdamaian, dan memanggil keluarganya. Tetapi tetap tidak mau, jadi saya ikhlas dan sebagai laki-laki mengakui kesalahan ini,” paparnya.
Kepada keluarga korban, Saddil Ramdani juga mengucapkan permohonan maaf dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Untuk keluarga Anugrah Sekar Arum, saya minta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Jujur saya spontan dan semoga menjadi pelajaran berharga bagi karir saya,” pungkasnya. (tom)













