Sebagai taller, Kasna Gustianah (26) masih tergolong muda di tempat kerjanya, Bank Rakyat Indonesia Unit Kertajaya Surabaya, Jawa Timur. Namun, sudah lihat mengurusa uang nasabah. Total, mencapai sebesar Rp1,09 miliar.
Uang miliaran itu, Kasna kuras tabungan nasabah mulai Januari sampai Agustus 2018. Namun aksi jahatnya tercium manajemen BRI. Hingga akhirnya Kejaksaan Negeri Surabaya melakukan penahanan sebagai tersangka.
“Tersangka dijerat dengan Pasal 2, 3, 8, dan 9 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka ditahan dan kami titipkan di Rutan Kelas I Surabaya Cabang Kejati Jawa Timur,” kata Kepala Kejari Surabaya, Teguh Darmawan, usai proses penahanan tersangka Kasna di kantornya, Rabu 19 September 2018.
Diceritakan Teguh, Kasna bekerja sebagai teller di BRI Unit Kertajaya Surabaya, sejak dua tahun lalu. Pada Januari sampai Agustus 2018 , dia melancarkan aksinya mengambil uang tabungan milik nasabah. Agar tak ketahuan, nasabah yang uangnya digarong ialah nasabah yang jarang melakukan penarikan uang.
Total, 26 nasabah BRI Kertajayauangnya dipindahbukukan, lalu dikuasai tersangka. Pemindahan uang juga tanpa mengotak-atik buku tabungan korban, namun dicatat melalui kertas kosong lain. Tujuannya, tentu saja agar tak terdeteksi sistem.
Teguh menjelaskan, total uang nasabah yang sudah dikuasai tersangka Kasna lebih dari Rp 1 miliar. Uang itu sudah dipergunakan Kasna untuk kepentingan pribadi. Aksinya terhenti, ketika BRI melakukan audit internal.”Kami menindaklanjuti kasus ini setelah menerima laporan dari pihak BRI,” tandasnya.
Perbuatan tersangka masuk kategori tindak pidana korupsi. BRI adalah bank pelat merah dan secara otomatis uang bank yang digarong tersangka adalah uang negara. “Negara dirugikan, karena perbuatan tersangka,” ucap Teguh.
Kasna ditahan, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di lantai dua kantor Kejari Surabaya. Mengenakan rompi tahanan berwarna merah yang membalut kemeja putihnya, tersangka rupawan itu berjalan tenang saat digiring petugas menuju mobil tahanan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. (tom)
.













