JAKARTA. Gelaran pentas budaya di acara peringatan HUT Kongres Advokat Indonesia (KAI) ke 11 mendapatkan apresiasi dari DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI).
Ketua Umum DPP IPHI, H. Rahmat Santoso, SH MH mengatakan dilibatkannya budaya lokal, yaitu Reog sebagai sajian dalam acara peringatan HUT KAI di Nganjuk, 23 Juni 2019 mendatang, sebagai langkah baik untuk semakin mendekatkan diri pada masyarakat.
“Saya pikir bagus ada budaya lokal yang dilibatkan di acara dan juga digelar lapangan. Sekalian hiburan untuk masyarakat dan lebih mendekatkan KAI ke masyarakat juga, ” ucap Rahmat Santoso yang juga menjabat Vice President KAI ini.
Selain itu, lanjut Rahmat, bagi para advokat kesenian dan budaya cukup penting dan ada keterkaitan. Meski beda dunia, namun sama-sama mengandung unsur “olah rasa”.

“Advokat tidak hanya perlu olahraga untuk menjaga kesehatan dan stamina, tapi juga perlu olah rasa. Bagaimana mengolah rasa keadilan, rasa kemanusiaan dalam menjalankan profesi mulia ini. Dan olah rasa salah satunya jelas ada di kesenian budaya, ” ujar pria penghobi motor gede ini.
Dalam sejarahnya, IPHI sendiri bisa disebut sebagai “ibu kandung” dari KAI. Sebab, lahirnya KAI pada 30 Mei 2008 silam, tak lepas dari peran IPHI yang menjadi pionir organisasi pengacara di Indonesia.(tom)













