Insan Pers Ikut Andil dalam Penegakan Hukum

0
72
Ketua Umum DPP IPHI, Rahmat Santoso SH.MH
Ketua Umum DPP IPHI, Rahmat Santoso SH.MH

SURABAYA. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, pada 9 Febuari, diharapkan menjadi momentum bagi insan pers untuk selalu berperan dalam mengontrol dan mengawal proses penegakan hukum. Selain itu, juga menjadi jembatan ekonomi kerakyatan berbasis digital.

Harapan itu diungkapan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (DPP IPHI), H. Rahmat Santoso, SH., MH yang memberikan apresiasi tinggi kepada peran pers yang ikut andil dalam proses penegakan hukum.

“Selamat kepada teman-teman pers. Saya memberikan banyak terima kasih kepada insan pers. Semoga peran pers kedepan lebih maju, objektif, makin memberikan edukasi kepada pembacanya, ” ujarnya.

Menurut Rahmat, peranan pers Indonesia sangat besar dalam mengawasi penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM). Sebab, dalam upaya
penegakan hukum tak lepas dari peran media  dalam hal penyebaran informasi kepada masyarakat luas serta mengontrol aparat penegak
hukum.

Lebih lanjut Rahmat mengungkapkan, pers memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting dalam upaya penegakan dan supremasi hukum di Indonesia, khususnya dalam pemberantasan korupsi. Tentunya dengan hal itu, bahwa
pers harus bersikap profesional dalam menjalankan profesinya sebagai alat kontrol.

“Pengaruh media sangat luar biasa. Jadi pers memiliki  kekuatan besar. Tetapi dalam memberitakan kasus hukum tetap harus objektif,” ujarnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Rahmat,  di bidang hukum pers juga perlu memperhatikan atas asas praduga tidak bersalah. Sebab, seseorang belum dapat dinyatakan bersalah selama belum ada keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Masukan saya kepada insan pers jika ada seseorang diperiksa jangan menyudutkan, sebab belum tentu dia bersalah. Silakan saja diberitakan
sesuai kaidah jurnalistik dan kaidah hukum, jangan sampai kebablasan yang ujungnya merugikan orang lain,” pesannya.

Ditambahkan Rahmat,  tugas pers ke depan akan lebih berat terkait dengan maraknya hoax atau berita palsu yang bisa disebarkan siapa
saja. “Semua orang bisa buat atau nyebaran hoax atau berita palsu, peran pers ini menjadi filter untuk hoax yang bisa dibuat siapa saja, ” ucapnya.

Pers dan UMKM

Sementara  puncak HPN 2019 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur mengangkat tema “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”,
menurut Rahmat, merupakan pemilihan tema tepat karena sejalan dengan program pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Tema yang sesuai untuk menghidupkan sektor usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM), sektor kerakyatan
diera digital,” ungkapnya.

Kehadiran pers, lanjut Rahmat,  sangat mempengaruhi perkembangan dan kemajuan sektor usaha kecil dan menengah, terutama dalam menghadapi kemajuan jaman dan arus digitalisasi yang sangat pesat.

“Sinergitas antara pers dengan UMKM menjadi mutlak. Pers sebagai media penyebar informasi bisa berperan. Pers harus selalu membantu
penyebaran informasi kepada UMKM agar terus maju dan berkembang di era digital ini,” tutup Rahmat. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here