Apresiasi Putusan Praperadilan, Rahmat Santoso Sebut Gunawan Tak Melanggar Hukum Perdata

0
132
Ketum DPP IPHI, Rahmat Santoso SH, MH
Rahmat Santoso SH, MH

SURABAYA. Putusan Praperadilan No. 25/Pra.Pid/2019/PN.SBY yang menyatakan penetapan tersangka Gunawan Angka Widjaja bersama ibunya, Linda Anggraini oleh Polda Jawa Timur tidak sah disambut baik kuasa hukum Rahmat Santoso, SH,MH.

Menurut Rahmat Santoso, putusan Praperadilan pada Senin, 5 Agustus 2019 itu membuktikan jika Gunawan dan Linda tidak bersalah terkait tudingan pemalsuan akta otentik maupun rekayasa hutang yang dilaporkan Trisulowati alias Chin Chin, istri dari Gunawan.

“Kami memberikan apresiasi yang sedalam-dalamnya baik Kepada Instansi Pengadilan
Negeri Surabaya maupun kepada pihak Polda Jatim, dengan adanya putusan Praperadilan yang membuktikan jika klien kami Saudara Gunawan dan Ibu Linda tidak bersalah, ” ujar Rahmat Santoso, Kamis 8 Agustus 2019.

Meski bukan pihak yang mengajukan permohonan Praperadilan, namun selama ini Rahmat Santoso SH, MH dikenal menjadi kuasa hukum Gunawan dan Linda dalam menjalani proses hukum di Polda Jawa Timur itu berharap putusan Praperadilan telah menyelesaikan persoalan.

Sebab, permasalahan hukum  yang terjadi selama beberapa tahun ini  sebenarnya merupakan persoalan rumah tangga antara Trisulowati dengan Gunawan Angka Widjaja, namun tidak didudukan secara proposional.

“Harapan kami agar kedua klien kami tidak terdzolimi dan tidak terkriminalisasi.  Dan  antara Ibu Chin Chin dengan Pak Gunawan dapat kembali menjadi suatu keluarga yang utuh dan harmonis, ” ujar Rahmat Santoso yang juga menjabat ketua umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Seluruh Indonesia (IPHI).

Dijelaskan Rahmat, sejak awal memang tidak ada rekayasa hutang antara Gunawan dengan ibunya Linda. Sebab, Linda Anggriani berserta almarhum suaminya sudah dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Surabaya yang merintis usaha dari bawah.

Sementara Gunawan dengan Trisulowati saat pertama kali menikah, awalnya bukan pengusaha sukses. Bahkan sering kali dibantu dan bergantung sepenuhnya secara finansial kepada Linda Anggriani.

Modal usaha Gunawan berasal dari pinjaman Linda, baik yang terjadi sebelum maupun sesudah menikah dengan Trisulowati pada tahun 2000. Sampai akhirnya kedua pasangan suami istri ini sukses ditandai dengan berdirinya gedung Empire Palace Surabaya,

“Setelah itu ibu Linda juga masih memberikan pinjaman untuk tambahan modal. Hal ini sebenarnya sudah merupakan pengetahuan umum dari orang – orang  Gunawan, ” beber Rahmat Santoso.

Hingga saat ini, lanjut Rahmat, Trisulowati masih berstatus istri sah dari Gunawan yang seharusnya berkewajiban menghormati ibu mertuanya Linda Anggriani. “Terlebih lagi ada kewajiban hutang usaha yang harus dikembalikan, ” ujarnya.

Tak Melanggar Hukum Perdata

Bukan hanya secara pidana Gunawan dan Linda dinyatakan tak bersalah lewat putusan Praperadilan. Numun, secara perdata, sebenarnya Gunawan juga tidak melakukan pelanggaran.

Dijelaskan Rahmat,  menilik hukum perdata pasal 124, sebagai suami maka Gunawan sebenarnya tidak perlu mendapatkan persetujuan dari istrinya, apalagi hutang sudah terjadi sejak tahun 1997 atau sebelum Gunawan menikahi Trisulowati.

“Dalam pasal 124 KUH Perdata mengatur jika suami sendiri harus mengurus harta kekayaan persatuan dan diperbolehkan menjual, memindahkan dan membebaninya tanpa campur tangan si istri, kecuali dalam hal tercantum dalam ayat ke tiga pasal 140,” jelasnya.

Sementara pasal 140 KUH Perdata ayat (3) sendiri berbunyi: “Pula selanjutnya berhaklah mereka, memperjanjikan, bahwa kendati berlakunya persatuan menurut undang-undang, namun tanpa persetujuan istri, si suami tak boleh memindahtangankan atau membebani barang-barang tak bergerak milik si istri, surat-surat pendaftaran dalam buku besar tentang perhutangan umum, surat-surat berharga lainnya dan piutang-piutang atas nama istri sekadar olehnya dimasukkan dalam persatuan, atau yang sepanjang perkawinan masuk kiranya dari pihak istri didalamnya.”

“Melihat pasal perdata itu tidak ada yang keliru Gunawan membayar hutang pada ibunya, apalagi sudah terjadi sebelum menikah. Di sisi lain, semua permasalahan Trisulowati dengan Gunawan, baik masalah keuangan maupun masalah pribadi, selalu diperhatikan dan dibantu oleh ibu Linda. Tidak pernah membedakan kedudukan sebagai menantu, selalu dianggap sebagai anaknya sendiri. Bahkan selalu mengkhawatirkan kesehatan suadari Trisulowari, jika jatuh sakit Ibu Linda juga yang mengantarkan ke dokter, ” cerita Rahmat. (tom)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here