Jogya Istimewa, IPHI Berbudaya

0
70
Ketum DPP IPHI Bersama Pengurus DPD IPHI Jatim
Ketum DPP IPHI Bersama Pengurus DPD IPHI Jatim

JOGYAKARTA. Gelaran Rapat Pengurus Nasional DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) di Jogyakarta, 6-9 September 2019, bukan hanya ajang konsilidasi antar pengurus pusat dengan daerah.

Namun juga dimanfaatkan oleh sejumlah pengurus IPHI dari berbagai daerah untuk belajar mengenal kembali budaya Indoensia. Sebab, Jogyakarta bukan hanya kaya wisata alam, namun juga terpendam banyak sejarah budaya Indonesia.

IMG 20190910 WA0010
Ketum DPP IPHI Rahmat Santoso, SH, MH (kanan) bersama Ketua DPD IPHI Jatim, Joko Suwignyo SH, MH berbincang dengan abdi dalem keraton.

Seperti yang dilakukan rombongan dari DPP IPHI Jawa Timur. Setelah acara Rapim selesai, Ketua DPD IPHI Jatim, Joko Suwignyo SH, MH mengajak sejumlah pengurus dan ditemani juga Ketua Umum DPP IPHI, Rahmat Santoso SH, MH mengunjungi Museum dan Keraton Jogyakarta.

IMG 20190910 WA0009

“Jogya ini Kota Istimewa salah satunya karena menyimpan banyak warisan budaya. Sekalian kita mengenang dan belajar kembali budaya Indonesia. Sebab, dalam semua deminsi kehidupan termasuk beroganisasi kita juga harus berbudaya dan beretika, ” ucap Rahmat Santoso.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Kereta kencana Kanjeng Nyai Jimat. Kereta ini adalah kencana keraton Ngayogyakarta yang digunakan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) hingga Sri Sultan Hamengku Buwono III (1812-1814). Dari sekian kereta yang ada, yang tertua adalah kereta pusaka bergelar Kanjeng Nyai Jimat.

Kereta Kanjeng Nyai Jimat dibuat di Belanda antara tahun 1740-1750. Berdasar catatan yang ada, Kereta Kanjeng Nyai Jimat merupakan hadiah dari Gubernur Jenderal VOC Jacob Mossel (1750-1761) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I, setelah perjanjian Giyanti pada tahun 1755.

Namun ada juga mitos yang menyebutkan kereta kencana Kanjeng Nyai Jimat diperoleh dari Laut Selatan, oleh seorang abdi dalem keraton yang tengah memancing di Laut Selatan.

Ketika kailnya menyangkut sesuatu, saat ditarik ternyata sebuah kereta kencana. Kereta ini konon berasal dari salah satu kerajaan di India. Kereta milik raja ini sengaja dilarung di laut sabagai syarat untuk mengusir wabah kolera yang menyerang rakyatnya. Kereta yang dilarung itu akhirnya sampai di Laut Selatan, sebelum ditemukan abdi dalem keraton Yogya. (kiki/tom)

IMG 20190910 WA0005

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here