Dokter Dipolisikan Mantan Istrinya

0
291
Iggrid 2
Inggrid bersama kuasa hukumnya saat memberikan keterangan kepada media.

SURABAYA. Seorang dokter di Surabaya bernama Gunawan Angga Husada harus berurusan dengan polisi lantaran dilaporkan mantan istrinya, , Inggrid Wiradinata S Tjoe ke Kepolisian Daerah (Polda) Jatim.

Dokter Gunawan diadukan atas dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu sesuai pasal 266 dan 263 KUHP. Laporan itu diterima Polda Jatim dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/1658/XII/2018/UM/JATIM, yang dilakukan pada 21 Desember 2018 lalu.

Kuasa hukum Inggrid, yaitu Jeffry Simatupang SH, MH, mengatakan alasan laporan lantaran dokter Gunawan diduga memalsukan beberapa dokumen guna menguasai harta gono gini yang dimiliki selama 18 tahun pernikahan yang ditaksir sekitar Rp 20 miliar.

Dokumen yang diduga palsu itu diantaranya, Akte no 1 perjanjian jual beli tanah antara Julia Ekawati (ibu kandung dokter Gunawan, red) dengan Jd Indahwati Tiono (penjual) dihadapan notaris Maria Nova Lenawati pada 2 Nopember 2004.

Objek dalam perjanjian ini adalah sebidang tanah dengan sertifikat Hak Guna Bagunan noor 1508 yang terletak di jalan Graha Family B/57, Wiyung Surabaya seluas 594 meter persegi, yang akhirnya dibangun sebuah rumah dan ditempati oleh Inggrid dan dokter Gunawan selama membina pernikahan.

Padahal, lanjut Jeffry, rumah tersebut dibeli Gunawan dan Inggrid semasa masih akur. “Pemilik rumah sebelumnya milik Jd Indahwati Tiono, dan mereka membelinya disaksikan pihak broker bernama Djaja dari Era Tjandra dan dibayar atas nama Gunawan yang saat itu masih berstatus suami Inggrid, ada kuitansinya,” ungkap Jeffry.

Kejanggalan dari akte jual beli yang diklaim ibu Gunawan diatas, dilakukan tepat pada waktu yang sama saat Inggrid bersama Gunawan melakukan pembayaran pada developer atas objek tersebut.

“Lah anehnya, masak tanggal jual beli yang dilakukan ibu Gunawan sama persis saat kita melaksanakan transaksi dengan pemilik tanah. Apakah masuk logika, Jd Indahwati Tiono bisa berada ditempat yang sama pada waktu yang berbeda?,” timpal Jeffry.

Selain itu, diduga ada beberapa keterangan palsu lainnya, salah satunya soal urusan perbankan atas uang milik bersama antara Inggrid dan Gunawan yang berada di salah satu bank Singapura.

“Pasangan ini memiliki tabungan berupa mata uang dollar di bank Singapura, pelapor mencoba untuk mengambil uang tersebut. Padahal uang itu, merupakan tabungan keduanya selama pernikahan. Hingga saat ini Inggrid belum tahu bagaimana nasib uang tersebut. Untuk urusan ini, Inggrid bakal urus nanti. Saat ini Ia fokus urusan laporan pidana dulu,” tambah Jeffry.

Tak hanya itu, Iggrid pun menyesalkan tindakan mantan suaminya yang tak memenuhi putusan cerai yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), yang mewajibkan Gunawan memberikan biaya hidup sebesar Rp 16 juta perbulan untuk dua anak hasil perkawinan mereka. “Dari putusan inkracht sampai sekarang tidak pernah saya menerima uang untuk biaya anak-anak saya tersebut,” sesalnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, selanjutnya bakal kita tindak lanjuti setiap laporan dari masyarakat. Apabila ditemukan ada unsur pidana, bakal kita tindak lanjuti sesuai tahapan, dan sebaliknya,” ujarnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here