Berkas Vanessa Angel P 21, Kuasa Hukum Rahmat Santoso Ajukan Penangguhan Penahanan

0
24
Rahmat Santoso, SH, MH2
Rahmat Santoso, SH, MH

SURABAYA. Pengajuan  penangguhan penahanan Vanessa Angel bakal dilakukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.  Sebab,  tersangka penyebaran foto dan video asusila itu mengalami penyakit maag akut.

 

“Kami ajukan penangguhan penahanan karena faktor kemanusiaan. Kondisi Vanessa sekarang kurang bagus. Minggu lalu sempat mengalami demam tinggi karena masalah di lambungnya, ” ujar Rahmat Santoso, SH, MH, kuasa hukum Vanessa Angel yang juga menjabat Ketua DPP IPHI ini.

 

Sebelum ditahan penyidik Polda Jatim, Kamis 31 Januari 2019 lalu, Vanessa Angel sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim akibat sakit maag-nya kambuh dan harus menjalani rawat inap.

 

Terkait kasus Vanessa, Rahmat menegaskan jika kliennya adalah  korban dari mucikari. Sebab, ketika Vanessa datang ke Surabaya, bukan untuk transaksi prostitusi, melainkan untuk membawakan   sebuah acara (MC).

Rahmat Santoso, SH, MH
Rahmat Santoso, SH, MH

Pihaknya tidak memahami ketika tiba-tiba kliennya itu disangkut-pautkan dengan kasus prostitusi. “Menurut saya Vanessa ini korban. Kami juga berencana mengajukan pra peradilan. Tapi langkah ini masih kami konsultasikan dengan kuasa hukum lainnya,” tandasnya.

 

Perkara ini bermula pada Sabtu, 5 Januari 2019) lalu, saat Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek salah satu hotel bintang lima di Surabaya.  Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan artis Vanessa Angel karena diduga terlibat dalam kasus prostitusi online.

 

Polda Jatim lantas mengembangkan perkara dan akhirnya ditetapkan lima orang tersangka. Awalnya, hanya  empat mucikari yaitu  Tentri Novanta, Endang Sutantri, Fitria, dan Winindia. Berdasarkan data hasil digital forensik dari ponsel milik mucikari, setidaknya ada 45 artis dan 100 model diduga ikut terlibat kasus prostitusi online. Penyidik sudah memanggil beberapa dari mereka untuk dimintai keterangan.

 

Vanessa  juga ditetapkan menjadi tersangka, namun bukan karena pasal prostitusi online. Melainkan dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 27 ayat 1 terkait dugaan peyebaran foto mengandung konten fotografi.

 

Saat ini, Vanessa mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo setelah kasusnya dilimpahkan Polda Jatim ke Kejari Surabaya, Jumat 30 Maret 2019. (tom)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here